People around me believe that i am strong, a man with
beautiful personal. They don’t know secretly, i felt inferior, behind my mask
is a scarred soul. Now, i condemned to life.
All i believe is, every single tragedy happen to me, will reduce my
punishment when i six feet under and at judgment day. So, i won’t stop seeking for God’s Mercy.
Forgive me God, i am sorry ma, i am sorry pa, i am sorry to all people i love or love me.
part #1
Ya Allaah…
Kabulkan segala doanya
Tiap malam, tiap ujung malam beliau bangun untuk shalat tahajud dan aku hanya meringkuk, menangis karena tidak tahu harus berbuat apa.
Jika aku terbangun untuk juga shalat, maka beliau harus mengalah untuk tidak bersujud kepadamu. Karena tidak cukup tempat di rumah kami untuk lebih dari seorang yang shalat pada jam tersebut.
Jika aku terbangun untuk melangkah ke masjid terdekat agar ibu tetap dapat bersujud, sepertinya bantal lebih menarik bagiku daripada sajadah.
Astaghfirullaah…
Astaghfirullaah…
Astaghfirullaah…
Kabulkan segala doanya, yaa Allaah.
Sampaikan padanya bahwa aku mencintainya sangat, sampaikan padanya karna aku tak sanggup mengatakannya. Malu diri ini.
Tunjukkan padaku untuk tidak terlalu mengejar dunia ini.
Tunjukkan padaku agar aku dapat menghemat tenagaku.
Agar tidak lelah saat aku ingin melangkahkan kakiku ke masjid pada waktu yang engkau istimewakan.
Agar aku dapat menemani ibuku untuk bersujud padaMu.
Kabulkan segala doanya…
Kabulkan segala doanya…
Kabulkan segala doanya, yaa Allaah…
Beribu sudah dosaku, dan masih bertambah…
Beribu sudah taubatku, dan masih khianat…
Denyar-denyar di tiap syarafku masih saja mengirimkan pulsa-pulsa bergaung: “Apa yang bisa dilakukan setitik susu pada nila sebelanga?”
Satu kebaikan kutanam,
Berjuta dosa kutuai,
Sehingga kudengar lagi…
“Apa yang bisa dilakukan setitik susu pada nila sebelanga?”
Oh..
Setiap langkah bagai menginjak ladang jarum,
Memaksaku tetap terseok,
Dan kupaksakan tetap membungkam.
Ya…
Habis keluhku, tak habis peluhku,
Meski berbelalak, aku meraba.
Terik yang melegamkan rautku,
Menguapkan air mata,
Seperti menguapnya malu dan sesalku.
Masih berbisik “Apa yang bisa dilakukan setitik susu pada nila sebelanga?”