PQR

Saturday, 25 August, 2007

Ibu

Filed under: My Mind — pqr @ 1:34 pm

Ya Allaah…
Kabulkan segala doanya

Tiap malam, tiap ujung malam beliau bangun untuk shalat tahajud dan aku hanya meringkuk, menangis karena tidak tahu harus berbuat apa.
Jika aku terbangun untuk juga shalat, maka beliau harus mengalah untuk tidak bersujud kepadamu. Karena tidak cukup tempat di rumah kami untuk lebih dari seorang yang shalat pada jam tersebut.
Jika aku terbangun untuk melangkah ke masjid terdekat agar ibu tetap dapat bersujud, sepertinya bantal lebih menarik bagiku daripada sajadah.

Astaghfirullaah…
Astaghfirullaah…
Astaghfirullaah…

Kabulkan segala doanya, yaa Allaah.
Sampaikan padanya bahwa aku mencintainya sangat, sampaikan padanya karna aku tak sanggup mengatakannya. Malu diri ini.

Tunjukkan padaku untuk tidak terlalu mengejar dunia ini.
Tunjukkan padaku agar aku dapat menghemat tenagaku.
Agar tidak lelah saat aku ingin melangkahkan kakiku ke masjid pada waktu yang engkau istimewakan.
Agar aku dapat menemani ibuku untuk bersujud padaMu.

Kabulkan segala doanya…
Kabulkan segala doanya…
Kabulkan segala doanya, yaa Allaah…

Sunday, 15 April, 2007

7 Hari yang Berulang

Filed under: Let's Think!, Religion — pqr @ 5:39 pm
Hari ke-1, tahajudku tetinggal
Dan aku begitu sibuk akan duniaku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai


Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi
Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama


Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku
Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn
Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya
Tapi… enggan sekali aku membaca Al-qur’an walau cuma 1 juzz
Al-qur’an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata
Tapi… ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan


Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku
Sorenya aku datang keseletan Jakarta dengan niat mengaji
Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan
Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman
yg ada disamping kiri & kananku
Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai
Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa


Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku
Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh
saat imam sholat jum’at kelamaan bacaannya
Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat, serunya
saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam


Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku
Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku
Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh


Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal
Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu
Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga
Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini
Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya
& ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud


kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?
Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan
Dia bisa hinggap kapanpun dia mau


lebih dari ¼ abad lebih aku lalai….
Dari hari ke hari, bulan dan tahun
Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah
Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta
Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku
Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku


Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah
Walaupun imanku belum seujung kuku hitam

Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa
Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas
Saat aku melipat sajadahku…..


taken from my private collection, sent from someone i forget who.

Powered by Friendster. WPMU Theme pack by WPMU-DEV.