PQR

Friday, 18 April, 2008

Tips Mengeruk Uang

Filed under: My Mind, Tulisan Garing — pqr @ 5:00 pm

Dijaman yang sulit seperti ini makin banyak orang yang sering tertipu
sehingga kehilangan hartanya terutama uang dengan jumlah besar.

Dengan iming-iming modal Rp. 10.000 - diatas Rp. 1.000.000 berharap akan
mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Sadarlah bahwa tidak mungkin dalam waktu singkat orang dapat keuntungan yang
lumayan besar tanpa kerja keras.

Tahukah anda dengan modal Tiga ratus perak anda dapat menghasilkan uang
diatas lima ratus ribu rupiah perbulan

Ini dapat anda lakukan seorang diri atau kalau ingin tambah besar lagi anda
dapat mencari teman minimal 1 orang dan maksimal 5 orang.

Caranya ternyata cukup mudah dan setiap orang dapat melakukannya.

Berikut kiat yang dapat saya sampaikan, dan anda dapat pelajari dan
kembangkan sendiri sesuai dengan keinginan anda dan kreatifitas serta keadaan
yang akan anda temui nantinya :

  1. Kumpulkan uang seratus rupiah sisa kembalian.
  2. Kumpulkan selama tiga hari sambil anda matangkan niat anda.
  3. Cari rekan bisnis anda untuk memperoleh keuntungan hasil yang lebih besar.
  4. Letakkan uang tersebut ditangan anda dan telungkupkan kedua tangan anda
    sehingga uang tersebut berada didalam kedua tangan anda
  5. Gerakkan tangan anda sehingga tercipta bunyi gemerincing dari uang anda
    tersebut
  6. Jangan berhenti, sambil menggerakkan tangan, anda dapat bernyanyi dan rekan
    bisnis anda bisa menjadi penari latar anda
  7. Cari bis atau kereta yang tidak terlalu padat. Lakukan hal tersebut hingga
    2-3 lagu, jangan lupa rekan anda tetap menjadi penari latar dari lagu yang anda
    nyanyikan.
  8. Kemudian anda dapat berkeliling untuk meminta reward atas hiburan yang telah
    anda persembahkan untuk mereka.
  9. Sebagai perhitungan, jika 1 bis mendapatkan 3000 perak dan satu hari anda
    bisa dapat 30 bis maka total perhari Rp. 90.000 dipotong uang makan Rp 7.000
    perorang maka anda dapat menghasilkan Rp. 50.000/ hari X 30 hari = Rp
    1.500.000,- tanpa dipotong pajak penghasilan

Semoga berhasil

Good Luck,


Subject: Peluang Bisnis Yang Sangat Menjanjikan
TUKANG PARKIR

Modal : Nol, yang penting berani malu dan tahu lokasi starategis.

Penghasilan :

Jika diasumsi bahwa :

  1. Parkir mobil : Rp 1,000 / mobil / jam
  2. Parkir motor : Rp 500 / motor/ jam
    Maka jika diasumsikan Anda bekerja 8
    jam sehari di mana tempat parkir Anda dapat memuat 20 mobil atau 40 motor, maka
    Anda akan memperoleh :
    8 jam x 20 mobil x Rp 1,000 = Rp 160,000 /
    hari.
    Jika Anda bekerja 26 hari perbulan, maka penghasilan Anda menjadi Rp
    160.000 x 26 hari = Rp 4,160.000 / bulan (bebas pajak).

Keuntungan yang diperoleh :

  1. Bebas pajak
  2. Jam kerja tidak mengikat
  3. Masih bisa mengerjakan pekerjaan sambilan (jualan rokok di warung)
  4. Tingkat stress rendah
  5. Tidak beresiko. Kalau pun ada (klaim, tuntutan karena kendaraaan yang
    diparkir hilang / rusak), tinggal lari saja.
PENGAMEN

Modal : gitar, kencrengan, atau nol sama sekali. Yang penting berani
malu.

Penghasilan :

Tergantung tempat dan sasaran. Jika sasaran yang dituju adalah mobil angkot
mungkin bisa lebih besar. Jika diansumsikan tempat yang dituju adalah lampu
merah dengan durasi 2 menit, dan pendapatan Rp 300 / angkot, dan bekerja 8 jam,
maka :

8 jam x (60 /2 menit) x Rp 300 = Rp 72.000 / hari.

Jika bekerja 26 hari perbulan, maka pemasukan minimum yang diperoleh adalah :
Rp 72.000 x 26 hari = Rp 1.872.000.

Keuntungan yang diperoleh :

  1. Bebas pajak
  2. Waktu kerja tidak mengikat
  3. Tidak butuh keahlian. Cuap-cuap tanpa suara pun pasti dapat.
  4. Stress nyaris tidak ada. Justru bisa menghibur diri.
  5. Tidak beresiko, asal hati-hati kalo menyeberang atau mengamen di tengah
    jalan ramai.
  6. Jika gesit (misalnya dalam satu durasi lampu lalu lintas dapat menyambangi
    2-3 angkot), penghasilan bisa meningkat 2-3 kali lipat.
TUKANG BERSIH-BERSIH KACA MOBIL

Modal : kain rombeng, pembersih bulu ayam, busa dan sabun detergen

Penghasilan :

Nyaris sama dengan pengamen, malah dapat 3-4 kali lipat, karena dalam 1
durasi lampu lalu lintas, dapat menyambangi 5-10 mobil sekaligus, tergantung
kegesitan kerja.

Keuntungan yang diperoleh :

  1. Bebas pajak
  2. Waktu kerja tidak mengikat.
  3. Tidak butuh keahlian. Yang penting kerja cepat saja.
  4. Hasil kerja bukan tujuan akhir.
  5. Tingkat stress tidak ada.
PENGEMIS

Modal : baju kusut, dekil, dan tidak mandi seminggu. Dan yang terutama :
berani malu!

Penghasilan :

Tergantung kemampuan menarik hati orang. Semakin memelas, maka penghasilan
semakin besar. Pada tahun 1997, seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi
swasta Jakarta pernah mengadakan penelitian dan menemukan bahwa seorang pengemis
di Jakarta rata-rata mampu mengumpulkan Rp 500.000 perhari, atau Rp 15 juta
perbulan. Bahkan baru-baru ini ada seorang ibu asal Garut yang mengakui di
sebuah media Bandung, bahwa dengan menjadi pengemis selama 1 bulan saja, dia
telah mampu pulang kampung dengan membawa Baleno keluaran terbaru yang bernilai
200-an juta rupiah, plus oleh-oleh untuk keluarga di kampungnya. Sebuah hasil
yang luar biasa. So jangan heran bahwa pekerjaan menjadi primadona banyak orang
yang datang ke kota-kota besar.

Keuntungan yang diperoleh :

  1. Bebas pajak
  2. Waktu kerja tidak mengikat
  3. Hanya butuh keahlian menarik hati orang.
  4. Tingkat stress tidak ada
  5. Dapat prioritas pertama dari Pemerintah kalo ada program bantuan bagi kaum
    dhuafa.

Nah, Anda berminat dengan peluang-peluang bisnis yang luar biasa ini?

Monday, 24 September, 2007

PNS

Filed under: My Mind — pqr @ 1:12 pm

Baru baca sebuah e-mail dari milis, ada yang menanyakan dengan ragu-ragu:

benarkah salafiyun menghindari pekerjaan sebagai PNS?

Aku tertegun, emang sih PNS merupakan pekerjaan yang sampai saat ini paling diminati di negara ini. Meskipun banyak hal negatif yang muncul berkenaan dengan pekerjaan ini, namun tetap ajah diburu. Bahkan di MetroTV pernah disiarkan dalam acara Snapshoot mengenai perilaku PNS yang mbalelo, yaitu kegiatan keluar kantor di saat jam kantor. Sedih juga kalo tahu hal demikian.

Belum lagi mengenai banyaknya selentingan mengenai cara masuk yang melalui uang sogok. Hm… Khusus mengenai uang sogok, yang aku tahu, banyak PNS yang kukenal bersumpah tidak melalui jalur sogok menyogok untuk mendapatkan pekerjaan ini. Malah mereka yang melalui jalur sogok menyogok kebanyakan dari mereka tidak ketrima, dan uang yang dipakai untuk sogokan malah hilang. Bahkan ada yang beberapa kali melalui jalur sogok menyogok tetep ajah ngga jadi PNS.

Kembali ke pertanyaan mengenai apakah salafiyun menghindari pekerjaan sebagai PNS, kalo menurutku, demi Allaah yang menggenggam kehidupan Harun semakin banyak salafiyun yang masuk sebagai PNS adalah semakin baik. Karena mereka dibutuhkan untuk memangkas kebobrokan citra PNS yang selama ini melekat pada mereka.

Hanya tinggal apakah mereka yang benar-benar berdedikasi untuk mengabdi mampu menghadang dominasi PNS yang memberikan citra buruk bagi korpsnya. Seperti yang pernah diceritakan seorang teman, tentang kejenuhannya dalam menggeluti pekerjaan selama ini saat menghadapi “rapor buruk” teman-temannya. Juga keluhan salah satu klienku yang bekerja di salah satu rumah sakit di Malang tentang kurangnya dedikasi teman-temannya terhadap pekerjaan, beliau baru saja dipindahkan menggantikan posisi sebagai kepala salah satu unit di rumah sakit tersebut, staffnya begitu melempem, hanya mau mengerjakan hal-hal yang sudah biasa menjadi tanggung jawab mereka, sulit diajak berkembang melakukan inovasi-inovasi. Dan sebagainya cerita.

Intinya, kalo bukan orang-orang yang berdedikasi tinggi yang mengisi PNS, mungkin kita hanya akan mendengar rapor buruk saja dari mereka. Bukan hanya para salafiyun yang aku harap dapat memenuhi PNS, tapi semua orang yang berdedikasi untuk pekerjaan itu, tidak peduli meskipun bukan dari salafiyun, bahkan non-muslim sekalipun, asalkan dapat memperbaiki rapor buruk yang diciptakan oleh pendahulu-pendahulunya yang melempem, is ok.

Gimana?

Powered by Friendster. WPMU Theme pack by WPMU-DEV.