PQR

Friday, 18 May, 2007

Singkatan dalam SMS

Filed under: Religion — pqr @ 5:39 pm

Assalaamu`alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Barusan mbaca message dari teman mengenai penulisan salam di SMS.
Maksud singkatan ” A’kum” Assalamu’alaikum
Untuk renungan bersama :
Janganlah kita menggantikan perkataan “Assalamualaikum” dengan “A’kum” dalam sms atau apa sekalipu melalui tulisan. Jika perkataan Assalamualaikum itu panjang, maka hendaklah kita ganti dengan perkataan “Salam” iaitu sama makna dengan Assalamualaikum. Sesama lah kita memberitahu member-member yang selalu sangat guna shortform A’kum dalam sms ataupun email. Perkataan ‘AKUM’ adalah gelaran untuk orang-orang Yahudi untuk orang-orang bukan yahudi yang bermaksud ‘BINATANG’ dalam Bahasa Ibrani.
Ia singkatan daripada perkataan ‘Avde Kokhavim U Mazzalot’ yang bermaksud ‘HAMBA-HAMBA BINATANG DAN ORANG-ORANG SESAT’. Mulai sekarang jika ada orang hantar shortform “A’kum”, kita ingatkan dia guna “Salam” kerana salam ialah dari perkataan Assalamualaikum. Semoga ada manfaatnya.
JIKA ANDA TIDAK KEBERATAN , FORWARD LAH CERITA KEPADA TEMAN TEMAN MU, KERANA SESUNGGUHNYA ILMU YANG BERMANFAAT ITU , AKAN ABADI JIKA DIAMALKAN.

Meskipun ini merupakan hoax yaitu othak-athik-mathuk (jawa) yang artinya menyambung-nyambungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain namun ada pelajaran yang bisa diambil, jangan suka menyingkat salam. Kalau dari pengalaman pribadi, aku pernah dimaki oleh seorang temen karena mengawali SMS dengan kata ass dengan jawaban what ass? ass-hole?. Juga mengenai penulisan 4JJ1, apa sih sulitnya nulis Allah (atau Allaah). Nah bagi temen-temen yang suka ngirim SMS dengan menyingkat-nyingkat kata, tolong dong diperhatiin, jaga ya agama ini.

Ya… itulah SMS, Short, pendek, seringkali pembacanya salah mengartikan karena beda cara membacanya (nada bicaranya). Misalnya kita mengirim kalimat “Ad ap c?“, maksud kita menanyakan sesuatu, tapi karena yang mbaca make logat ketus, jadinya malah ngga enak, kita dikira terganggu oleh perilaku dia. So, ati-ati ya…

Wassalaamu`alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Sunday, 15 April, 2007

Etika Bersurat Setrum

Filed under: Let's Think!, Web/Tech — pqr @ 5:27 pm

Assalaamu`alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Gatel juga neh, setelah sekian lama dapet message yang ntu-ntu lagi dengan model yang ntu-ntu lagi.

Seringkali kita dapet e-mail atawa electronic mail atau kalo di bahasa Indonesiain adalah surat setrum, kita mendapatkan yang oks punya, trus karena ingin berbagi dengan teman-teman, kita forwadin tuh surat setrum ke teman-teman. Atau pengin nanggepin surat itu dengan ngereply ke pengirim pertama.

Hanya seringkali dalam melakukan forwarding atawa replying surat setrum ini, acap kali kita langsung forward ajah, kaga pernah disisir sama sekali, sehingga ngga rapi sama sekali. Pa lagi kita nerimanya juga berupa forwardan dan formatnya udah blas kaga rapi.

Nah, hal-hal seperti nih, malah ngga jarang bikin bete orang yang nerima, karena ngebaca surat setrum yang kita kirim dengan tidak nyaman saking ngga rapinya surat setrum yang kita forward or reply.

Kerana itu, aku tulis di blog ini beberapa etika yang aku sadur secara bebas dari berbagai sumber, etika dalam bersurat setrum ria.

  1. Rapikan judulnya, jangan sampe kebanyakan [re:], [fwd:] dan sebagainya, sehingg kayak kereta api.
  2. Buang semua simbol-simbol di tiap awal baris, biasanya tanda lebih besar ( > ), apa lagi kalau nerimanya juga berupa forwardan atau replyan, sehingga kebanyakan ( > )
  3. Pastikan caps-lock dalam keadaan mati, sehingga isi surat setrum yang dikirim bukan terdiri dari huruf besar semua. Sebagian besar orang akan mengira kalau kita sedang dalam keadaan marah atau ngga enak saat kita mengirim surat setrum yang terdiri dari hurup kapital semua.
  4. Gunakan simbol-simbol yang mewakili emosi (smileys) dari sebuah kalimat yang dibuat, terutama terhadap hal-hal yang kita anggap lucu. Hal ini dikarenakan karena sesuatu yang menurut kita lucu belum tentu lucu bagi orang lain, malah mungkin melecehkan. Dan sebaliknya. Simbol emosi yang paling sering digunakan adalah :-) dan :-(. Sisipkan.
  5. Kalau bisa menggunakan tiga kata, jangan gunakan 10 halaman. Artinya kalau surat setrum kita bisa dipadatkan akan menjadi lebih singkat, maka akan menghemat banyak hal, termasuk diantaranya bandwith internet dan biayanya, waktu membaca dan lain-lain. Anda tidak akan mendapatkan hadiah pulitzer hanya dengan mengetik surat setrum :-)
  6. Jangan terlalu banyak tanda baca, seperti !!!!!!!, ??????, “”"”"” dan lain-lain. Kalau cukup satu ya satu ajah, kalo emang ditekankan, maksimal tiga lah.
  7. Jika memang bisa gunakan format text biasa, atau minimalkan format HTMLnya. Yang ini bisa ngirit ukuran data surat setrum. Sehingga menghemat lagi bandwithnya, biayanya, waktunya.
  8. Kalau bisa menggunakan singkatan, gunakan. Seperti FYI (for your info), BTW (by the way). Tapi jangan kebangetan kayak SMS. Msk nls srt strum dsingkat” kyk gn, kan mlh mbdzir gt loh!
  9. Jaga privasi orang lain dengan menggunakan BCC (blind carbon copy). Kadangkala kalau kita mengirim surat setrum ke beberapa orang, satu atau dua diantaranya tidak ingin alamat surat setrumnya diketahui oleh yang lain. Fungsi BCC adalah untuk tidak menampilkan alamat surat setrum teman kita itu ke publik (orang lain yang juga nerima surat setrum kita).
  10. Dan sebagainya, silahken dibaca di sumber yang aku cantumin.

Ma`acih tu ol of yu…

Wassalaamu`alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Powered by Friendster. WPMU Theme pack by WPMU-DEV.