Wasiatku
Assalaamu`alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh
Bismillaahirrahmaanirrahiym
Aku berwasiat kepada seluruh pembaca blogku ini jika aku meninggal nanti…
…ng, anu…
Aku tidak berencana dan sangat tidak mengharapkan untuk meninggal dalam waktu dekat, sesiap apapun aku untuk menghadapi kematian, aku ingin hidup hingga seribu tahun lagi seperti yang diinginkan mbah Chairil Anwar. Hanya saja Yaa Allaah, jika Engkau bersedia mengabulkan keinginanku hidup hingga seribu tahun lagi, maka hidupkanlah aku dalam keadaan sehat segalanya (minimal sehat iman, finansial, fisik, psikologis) karena aku khawatir jika Engkau kabulkan aku untuk hidup hingga seribu tahun lagi tapi dalam keadaan yang ngga beres malah akan merepotkan. Yaa Allaah, kabulkanlah…
Wasiat pertama adalah aku meminta di atas kuburanku tidak didirikan bangunan apapun kecuali sekedar batu atau nisan yang jika ahli warisku bersedia tanpa dituliskan namaku, jika tidak bersedia maka tuliskanlah hanya dan hanya namaku. Aku sangat berharap tidak tertulis apapun di batu atau nisanku.
Jadi aku tidak mau ada:
- Kijing atau mempertinggi atau membangun kubur atau sejenisnya,
- Pembatas dengan kuburan di sebelah kuburanku atau pagar atau sejenisnya,
- Hiasan dalam bentuk apapun,
- Dan bangunan lainnya
Jika diberikan tanaman sebagai tanda, hendaklah tanaman yang menghasilkan buah-buahan. Meskipun aku lebih berharap tidak ditanami apapun.
Wasiat kedua adalah aku meminta dikuburkan di tanah tempat aku meninggal. Jadi jika aku meninggal di rumahku atau rumah seseorang, maka aku meminta untuk dikubur di bawah rumah tersebut jika ahli warisku dan atau ahlul-bait bersedia, jika tidak memungkinkan maka aku meminta untuk dikubur di perkuburan terdekat. Atau jika aku meninggal di Rumah Sakit maka aku meminta dikuburkan di lingkungan rumah sakit tersebut jika memang ada perkuburan di lingkungan rumah sakit tersebut. Atau juga jika aku meninggal dalam perjalanan maka aku meminta dikubur di perkuburan terdekat. Jika aku meninggal di masjid atau kantor atau tempat lainnya, maka aku meminta dikuburkan di perkuburan dekat situ
Wasiat ketiga adalah untuk disegerakan penyelenggaraan jenazahku. Artinya jika aku meninggal dan ahli warisku ada yang tidak berada di dekatku atau sama sekali tidak ada, maka aku meminta untuk segera mengurus jenazahku dan segera mengkuburkanku tanpa menunggu ahli warisku yang tidak hadir, meskipun ahli warisku meminta untuk menunggu. Hanya saja, kecuali dalam keadaan darurat, aku tidak mau dikubur pada malam hari.
Wasiat keempat adalah aku tidak mau ada berbagai macam ritual acara peringatan atas kematianku. Entah itu namanya tahlilan, kautsaran atau apa pun namanya. Entah itu dalam masa tujuh hari, empat puluh hari, seribu hari, haul, atau masa berapa pun.
Wasiat kelima adalah jika ada harta yang dapat aku wariskan, hendaklah segera membaginya kepada ahli warisku paling lama satu tahun semenjak aku meninggal. Karena aku mengkhawatirkan perpecahan akan terjadi pada ahli warisku jika terlalu berlarut hartaku (jika ada yang dapat aku wariskan) tidak dibagi.
Aku berharap agar wasiatku ini disampaikan kepada ahli warisku segera setelah mendengar kabar kematianku.
Dalam masa-masa yang akan datang sebelum aku meninggal, mungkin aku akan memperbaiki, menambah atau mengurangi isi wasiat ini.
Wassalaamu`alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh