Etika Bersurat Setrum
Assalaamu`alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh
Gatel juga neh, setelah sekian lama dapet message yang ntu-ntu lagi dengan model yang ntu-ntu lagi.
Seringkali kita dapet e-mail atawa electronic mail atau kalo di bahasa Indonesiain adalah surat setrum, kita mendapatkan yang oks punya, trus karena ingin berbagi dengan teman-teman, kita forwadin tuh surat setrum ke teman-teman. Atau pengin nanggepin surat itu dengan ngereply ke pengirim pertama.
Hanya seringkali dalam melakukan forwarding atawa replying surat setrum ini, acap kali kita langsung forward ajah, kaga pernah disisir sama sekali, sehingga ngga rapi sama sekali. Pa lagi kita nerimanya juga berupa forwardan dan formatnya udah blas kaga rapi.
Nah, hal-hal seperti nih, malah ngga jarang bikin bete orang yang nerima, karena ngebaca surat setrum yang kita kirim dengan tidak nyaman saking ngga rapinya surat setrum yang kita forward or reply.
Kerana itu, aku tulis di blog ini beberapa etika yang aku sadur secara bebas dari berbagai sumber, etika dalam bersurat setrum ria.
- Rapikan judulnya, jangan sampe kebanyakan [re:], [fwd:] dan sebagainya, sehingg kayak kereta api.
- Buang semua simbol-simbol di tiap awal baris, biasanya tanda lebih besar ( > ), apa lagi kalau nerimanya juga berupa forwardan atau replyan, sehingga kebanyakan ( > )
- Pastikan caps-lock dalam keadaan mati, sehingga isi surat setrum yang dikirim bukan terdiri dari huruf besar semua. Sebagian besar orang akan mengira kalau kita sedang dalam keadaan marah atau ngga enak saat kita mengirim surat setrum yang terdiri dari hurup kapital semua.
- Gunakan simbol-simbol yang mewakili emosi (smileys) dari sebuah kalimat yang dibuat, terutama terhadap hal-hal yang kita anggap lucu. Hal ini dikarenakan karena sesuatu yang menurut kita lucu belum tentu lucu bagi orang lain, malah mungkin melecehkan. Dan sebaliknya. Simbol emosi yang paling sering digunakan adalah
dan :-(. Sisipkan. - Kalau bisa menggunakan tiga kata, jangan gunakan 10 halaman. Artinya kalau surat setrum kita bisa dipadatkan akan menjadi lebih singkat, maka akan menghemat banyak hal, termasuk diantaranya bandwith internet dan biayanya, waktu membaca dan lain-lain. Anda tidak akan mendapatkan hadiah pulitzer hanya dengan mengetik surat setrum
- Jangan terlalu banyak tanda baca, seperti !!!!!!!, ??????, “”"”"” dan lain-lain. Kalau cukup satu ya satu ajah, kalo emang ditekankan, maksimal tiga lah.
- Jika memang bisa gunakan format text biasa, atau minimalkan format HTMLnya. Yang ini bisa ngirit ukuran data surat setrum. Sehingga menghemat lagi bandwithnya, biayanya, waktunya.
- Kalau bisa menggunakan singkatan, gunakan. Seperti FYI (for your info), BTW (by the way). Tapi jangan kebangetan kayak SMS. Msk nls srt strum dsingkat” kyk gn, kan mlh mbdzir gt loh!
- Jaga privasi orang lain dengan menggunakan BCC (blind carbon copy). Kadangkala kalau kita mengirim surat setrum ke beberapa orang, satu atau dua diantaranya tidak ingin alamat surat setrumnya diketahui oleh yang lain. Fungsi BCC adalah untuk tidak menampilkan alamat surat setrum teman kita itu ke publik (orang lain yang juga nerima surat setrum kita).
- Dan sebagainya, silahken dibaca di sumber yang aku cantumin.
Ma`acih tu ol of yu…
Wassalaamu`alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh